DAN ARDAN

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain".

Home Archive for Maret 2014
      Blitar adalah daerah kecil di Jawa Timur 60 km sebelah barat kota Malang dan 40 km sebelah timur kota Kediri 30 km sebelah utara Tulungagung. Secara administratif Blitar terbagi atas 2 wilayah, yakni Kabupaten Blitar dan Kota Blitar. Kabupaten blitar sendiri terbagi atas 22 Kecamatan, yang terdiri atas 28 Kelurahan dan 220 Desa. Sedang Kota Blitar yang di kelilingi oleh Kabupaten Blitar terbagi atas 3 kecamatan dengan 20 kelurahan.
      Tidak terlalu popular dengan Blitar, kecuali sebagai Makam Proklamator “Soekarno” dan Gunung KELUD nya mungkin sedikit terkenal dengan “pecel blitar” nya. Blitar punya banyak sebutan sebutan. Ia terkenal sebagai Kota Patria , Kota Lahar, dan Kota Proklamator. Selain itu Blitar juga di juluki dengan Kotaparaja Blitar yang sudah memiliki lambang daerah sendiri. Kota Blitar secara legal-formal berdiri pada 1 April 1906. Di kota ini pulalah disemayamkan Bung Karno, Sang Proklamator, Presiden Pertama RI sekaligus pemikir besar dunia.
      Kabupaten Blitar didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 31 Desember 1830 lalu. Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Kab. Blitar, Suhendro Winarso, sejarah Pemerintah Kab. Blitar dimulai pada tahun 1825-1830 saat terjadi Perang Diponegoro antara Pangeran Ontowiryo atau Pangeran Diponegoro dengan VOC. Sayangnya Perang tersebut berakhir dengan kekalahan Pangeran Diponegoro. Kekalahan tersebut dimanfaatkan Belanda untuk menguaai Pulau Jawa sebagai Bagian dari Pemerintahannya, termasuk penataan Bumi Manca Negara Wetan diantaranya Blitar. Dalam melaksanakan pengaturan Bumi Mancanegara Wetan, pada tanggal 13-14 Juli 1830 Belanda mengadakan pertemuan di Pendopo Sepreh Berbek-Nganjuk. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa hal penting, salah satunya terbentuknya Pemerintah Kab. Blitar yang tertuang dalam dokumen tertulis yakni resolusi tanggal 31 Desember 1830 No. 10.
       Sejarah besar Indonesia lainnya juga tercatat di Blitar. Sebelum dicetuskannya proklamasi, tempat ini telah menyerukan kemerdekaan Indonesia yang diikuti dengan pengibaran Sang Merah Putih yang akhirnya berujung pada Pemberontakan PETA oleh Sudanco Supriyadi. Bahkan di salah satu sudut Blitar yakni Candi Penataran, konon merupakan lokasi di mana Mahapatih Gadjahmada yang tersohor menggaungkan Sumpah Palapa yang menjadi cikal bakal penting berdirinya negara Indonesia pada masa-masa setelahnya.
      Di luar nilai historis yang tak perlu diragukan lagi, yaitu bahwa Blitar ternyata juga memiliki ragam budaya unik mulai dari kuliner hingga kerajinan tangannya. wisata kuliner semua ada. Kalau wisata belanja (shoping) memang bukan di kota Blitar tempatnya, kecuali mau beli jajan pasar seperti tiwul, sompil, kicak, gatot, lopis, gethuk, ketan, jenang grendul, jenang sumsum, cenil, sawut, wajik, jadah, dll. di Blitar tempatnya. Dalam tulisan singakat ini akan diuraikan lebih rinci lagi mengenai beberapa wisata budaya kota Blitar beserta budaya-budaya unik yang ada di Blitar.

      Generasi muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Karena itu, setiap generasi muda bangsa Indonesia adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa depan. Para pendiri bangsa Indonesia telah meletakkan dasar-dasar dan tujuan kebangsaan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.
      Republik ini didirikan dengan maksud untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai cita-cita tersebut, bangsa kita telah pula bersepakat membangun kemerdekaan kebangsaan dalam susunan organisasi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara Hukum yang bersifat demokratis (democratische rechtsstaat) dan sebagai Negara Demokrasi konstitutional (constitutional democracy) berdasarkan Pancasila.
     Kita semua memiliki tanggungjawab moral untuk membangun toleransi, menegakkan dan memperkokoh empat pilar kenegaraan dalam setiap diri anak bangsa. Terkait dengan hal ini maka setiap warga negara, penyelenggara negara dan lembaga kenegaraan serta lembaga kemasyarakatan lainnya sudah saatnya memahami serta mengimplementasikan empat pilar kenegaraan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga Pancasila, Undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhineka Tunggal Ika semakin kokoh dan tidak mudah rapuh oleh berbagai tantangan dan ancaman yang menghadang bangsa Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang.
      Akhir kata, bangsa ini tidak mungkin mampu berdiri tegak diatas peradabannya yang agung, kecuali jika kita sebagai anak bangsa memiliki tanggungjawab moral untuk mematrikan nilai-nilai Pancasila pada diri kita, keluarga kita, masyarakat lingkungan kita, anak didik kita dan seluruh anak bangsa Indonesia. semoga keagungan peradaban manusia Pancasila akan segera terwujud, menuju bangsa yang adil, makmur dan sentosa. Amiin.
       Eksistensi sebuah bangsa dapat diukur dari sejauh mana bangsa itu mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan peradaban dunia. Peradaban yang maju adalah produk dari bangsa yang maju, yang didalamnya terdapat masyarakat yang memiliki pola pikir dan perilaku yang maju pula.
Setiap bangsa pasti memiliki adat istiadat, kebudayaan, bahasa, serta sistem kepercayaan yang berbeda-beda antar satu dan lainnya. Meskipun berbeda, nilai-nilai dasar yang dijadikan pedoman bagi setiap bangsa pada umumnya adalah nilai-nilai yang hampir sama. Yaitu: sebuah nilai luhur yang berimplikasi positif bagi kemajuan ummat manusia. Tak ada satupun bangsa didunia ini yang berpedoman pada sebuah nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian (nilai Universal).
      Sebuah bangsa bisa disebut sebagai bangsa yang maju dan kuat apabila nilai-nilai dasar yang menjadi pedomannya benar-benar termanifestasi dalam perilaku sehari-hari. Sehingga dalam kehidupan berbangsa tidak ada lagi perilaku penyimpangan, penyelewengan, penjajahan, diskriminasi dan perilaku-perilaku negatif lainnya.
      Namun, dewasa ini bangsa Indonesia seolah sedang berada pada posisi yang sangat rapuh. Berbagai permasalahan kian menjamur mengotori bangsa ini. Hampir disetiap lini dan sektor kehidupan tidak luput dari permasalahan. Yang kesemuanya itu sudah berada pada kondisi yang sangat kronis.

      Berbagai persoalan dan kerusakan yang ada saat ini sesungguhnya disebabkan oleh kondisi moral dan etika masyarakat yang sudah mengalami kemerosotan. Kerapuhan moral dan etika bangsa ini makin terlihat jelas tatkala persoalan demi persoalan bangsa semakin hari bukan semakin hilang, tapi justru semakin meningkat tajam. Mulai dari kasus kekerasan antar kelompok, ketidakadilan sosial dan hukum, hingga budaya korup penguasa yang makin menggurita.

      Kerapuhan ini telah menjalar kesemua lapisan masyarakat.  Pelajar yang seharusnya dipersiapkan guna menjadi insan dan calon pemimpin masa depan ternyata lebih suka tawuran daripada belajar di bangku sekolah. Mahasiswa yang semestinya bertindak sebagai penjaga nilai-nilai moral dan etika bangsa, ternyata terjebak dalam budaya hedonis dan westernism yang tak jarang terjerumus dalam pergaulan bebas. Guru-guru dan pengajar yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi anak didiknya, ternyata sibuk mengejar sertifikasi yang akhirnya berujung pada gaya hidup yang materialistis.
      Para penyelenggara negara pun tak kalah lebih parah. Korupsi makin hari makin menggurita, penegakan hukum makin tak terarah. Kasus demi kasus bertumpuk seperti sampah yang sangat menjijikkan. Masyarakat setiap hari harus dihadapkan pada tontonan ketidakjujuran para penyelenggara negara.
Jika harus mengurai permaslah kemerosotan bangsa ini satu demi satu, sungguh terlalu rumit dan panjang. Bahkan lebih rumit daripada harus mengurai benang kusut.
    Bagaimanapun kondisi kerapuhan bangsa ini harus segera dicarikan solusi dan dihentikan. Oleh karenanya, diperlukan upaya serius untuk mengembalikan etika dan moral bangsa agar bisa kembali pada nilai-nilai yang luhur. Dan untuk itu, diperlukan sebuah patokan nilai yang bisa diterima oleh seluruh elemen bangsa yang majemuk ini. Sebuah nilai yang tidak bias dan ambigu, melainkan nilai yang mampu mengakomodir seluruh ide-ide masyarakat.
     Mengembalikan moral dan etika ditengah-tengah kondisi bangsa mejemuk yang sudah rapuh memang bukan perkara mudah. Butuh perjuangan keras untuk mewujudkannya.
Dewasa ini, agama disebut-sebut sebagai alat yang ampuh untuk mengembalikan moral dan etika masyarakat dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini Islam tentunya harus menjadi garda depan pelurus moral dan etika yang menyimpang. Sebab, Islam adalah agama yang diatut oleh mayoritas penduduk Indonesia.
     Akan tetapi, jika melihat kondisi bangsa indonesia yang majemuk dan multi etnis, menjadikan agama sebagai satu-satunya alat kendali bukanlah solusi final. Sebab, antara ajaran agama yang satu dengan ajaran agama yang lain secara praktis memiliki banyak perbedaan. Untuk itu, diperlukan upaya lanjutan untuk menginterpresikan nilai-nilai agama dalam sebuah kodifikasi nilai-nilai dasar yang bersumber dari ajaran-ajaran agama-agama. Yang nantinya nilai-nilai itu dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dengan tanpa paksaan.
     Dalam kontek ke-Indonesiaan, sebenarnya kodifikasi nilai-nilai itu sudah ada, yakni “Pancasila”. Pancasila adalah sebuah ideologi khas ke-Indonesiaan yang nilai-nilai didalamnya adalah intisari ajaran semua kepercayaan. Selain itu, spirit-spirit yang terkandung didalamnya adalah spirit kemanusian yang luhur. Untuk itulah, pengamalan etika dan moral pancasila dalam konteks ini menjadi penting.
      Pancasila merupakan sebuah rumusan yang diambil dari nilai-nilai kebaikan serta kemanusiaan universal. Pancasila tidak memihak pada salah satu agama atau suku tertentu. Didalamnya terdapat nilai-nilai yang mampu diterima oleh semua lapisan masyarakat.
      Moral dan etika adalah hal yang sangat krusial. Keberadaannya menjadi penentu baik atau buruk sebuah bangsa. Jika moral dan etika masyarakatnya rusak, maka rusak pula kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Begitu juga sebaliknya.Peran moral dan etika dalam pembangunan bangsa bagaikan peran hati bagi diri manusia. Jika hati rusak maka rusak seluruhnya.

   Untuk itu, agar bangsa ini terlepas dari belenggu-belenggu ketidakadilan, korupsi, dan perilaku tidak terpuji lainnya. Maka pembanguan moral dan etika pancasila harus selalu dioptimalkan. Karena tidak mungkin mampu mewujudkan bangsa yang beradab jika moral dan etika masyarakatnya rusak.


     



    Pemilihan Umum atau PEMILU semakin menunggu hari. Tahukah anda ada berapa partai politik yang akan berperang di medan laga memperebutkan suara rakyat? Dan siapa sajakah partai-partai tersebut?
       Berdasarkan hasil kualifikasi dan verifikasi data yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah ditetapkan ada 15 partai yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti PEMILU 2014. Berikut adalah daftar parpol yang berhak ikut dalam Pemilu Indonesia 2014 berdsarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) :

1.    Partai Nasdem
2.    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3.    Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4.    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5.    Partai Golongan Karya (GOLKAR)
6.    Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
7.    Partai Demokrat
8.    Partai Amanat Nasional (PAN)
9.    Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)
11. Partai Damai Aceh (PDA)
12. Partai Nasional Aceh (PNA)
13. Partai Aceh (PA)
14. Partai Bulan Bintang (PBB)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

      Berdasarkan penetapan KPU pula, Pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan  Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.
       Pemilu 2014 akan memakai e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum. Keutamaan dari penggunaan sistem e-voting adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sudah mulai dipersiapkan sejak tahun 2012 secara nasional.
Berikut adalah jadwal  pemilu dan tahapannya yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum(KPU).

Tanggal
Acara Kegiatan
Jadwal 2013
06 April - 15 April
Pendaftaran Calon Anggota DPR-RI, DPD-RI, dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota
16 April – 30 Juni
Verifikasi Pencalonan Anggota DPR-RI, DPD-RI, dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota
27 Juli
Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD-RI
04 Agustus
Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
Jadwal 2014
11 Januari – 05 April
Pelaksanaan Kampanye
06 April - 08 April
Masa Tenang
09 April
Pemungutan dan Penghitungan Suara (Pemilu Legislatif)
25 April – 25 Mei
Audit Dana Kampanye
26 April – 06 Mei
Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Tingkat Nasional
07 Mei - 09 Mei
Penetepan Hasil Pemilu Secara Nasional
07 Mei - 09 Mei
Penetapan Partai Politik Memenuhi Ambang Batas (PT 3%)
11 Mei - 18 Mei
Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Tingkat Nasional s/d Kabupaten/Kota
Juni - September
Peresmian Keanggotaan DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota
09 Juli
Pemungutan dan Perhitungan Suara Pilpres (Pemilu Presiden)
Juli - Oktober
Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota Terpilih DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota

        Jauh sebelum Islam masuk ke daerah tanah Jawa, mayoritas masyasarakat di tanah jawa menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Selain menganut kepercayaan tersebut masyarakat Jawa juga sudah dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya Hindu dan Budha yang berasal dari India.
         Islam masuk ke Jawa melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Maulana Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.
         Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.
Ada beberapa pendapat mengenai arti Walisongo. Pertama adalah wali yang sembilan, yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan, atau sanga dalam bahasa Jawa. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata songo/sanga berasal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Pendapat lainnya lagi menyebut kata sana berasal dari bahasa Jawa, yang berarti tempat. Pendapat lain yang mengatakan bahwa Walisongo adalah sebuah Majelis Dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah). Saat itu, majelis dakwah Walisongo beranggotakan Maulana Malik Ibrahim sendiri, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang), Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Sunan Kubrawi); Maulana Muhammad Al-Maghrabi (Sunan Maghribi); Maulana Malik Isra’il (dari Champa), Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana ‘Aliyuddin, dan Syekh Subakir.
         Era Wali Songo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Wali Songo adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Peranan Wali Songo sangat besar dalam mendirikan kerajaan Islam di Jawa. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan. arena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
  • Sunan Ampel atau Raden Rahmat
  • Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
  • Sunan Drajat atau Raden Qasim
  • Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq
  • Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin
  • Sunan Kalijaga atau Raden Said
  • Sunan Muria atau Raden Umar Said
  • Sunan Gunung Djati atau Syarif Hidayatullah
Setelah para Wali menyebarkan ajaran Islam di pulau Jawa, kepercayaan animisme dan dinamisme serta budaya Hindu-Budha sedikit demi sedikit berubah atau termasuki oleh nilai-nilai Islam. Salah satu cara penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh para Wali tersebut ialah dengan cara mendakwah. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat (sebagai objek dakwah), dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Hal ini membuat masyarakat kagum atas nilai-nilai Islam yang begitu besar manfa’atnya dalam kehidupan sehari-hari sehingga membuat mereka langsung bisa menerima ajaran Islam. Dari sini derajat orang-orang miskin mulai terangkat yang pada awalnya tertindas oleh para penguasa kerajaan. Islam sangat berkembang luas sampai ke pelosok desa setelah para Wali berhasil mendidik murid-muridnya. Salah satu generasi yang meneruskan perjuangan para Wali sampai Islam tersebar ke pelosok desa adalah Jaka Tingkir. Islam di Jawa yang paling menonjol setelah perjuangan para Wali songo adalah perpaduan adat Jawa dengan nilai-nilai Islam, salah satu diantaranya adalah tradisi Wayang Kulit.
Para Walisongo adalah intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan. (Ard’13/PAI)


PEMILU tinggal menghitung hari lagi. Kampanye partai politik pun menjamur dimana-mana. Namun ironis jika kita mendengar ada dari sebagian kita (kalangan muda) yang sudah membaiatkan dirinya untuk menjagi GOLPUT.


Berikut isi Petisi Anti Golput untuk para Pemilih Muda Indonesia :
Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh kualitas dan partisipasi aktif pemudanya. Di sisi lain, bagi negara dengan sistem demokrasi, salah satu indikator keberhasilannya adalah tingkat partisipasi warga negaranya dalam sebuah pemilihan umum. Oleh karena itu, jika Indonesia ingin menjadi negara yang maju, dibutuhkan partisipasi aktif pemuda untuk mensukseskan pemilu. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan hak pilih.
Pada pemilu 2014 nanti, 40% jumlah pemilih adalah pemilih usia muda, atau mewakili 40.794.503 jiwa. Sayangnya, rendahnya keikutsertaan pemuda menjadi salah satu isu yang paling dikhawatirkan dalam pemilu 2014. Hal itu dilatarbelakangi oleh tingkat apatisme pemuda terhadap politik yang semakin tinggi. Tidak bekerjanya pendidikan politik untuk pemuda, ataupun refleksi kekecewaan pemuda atas kinerja politisi yang korup merupakan beberapa alasan pemuda untuk tutup mata dalam partisipasi politik.
Padahal, salah satu cara paling efektif untuk membenahi carut-marut perpolitikan Indonesia adalah dengan memilih dalam pemilu. Dengan memilih, kamu dapat mengganti sistem pemerintahan yang korup dengan pemerintahan yang lebih baik sesuai dengan harapanmu. Karena, dengan memilih sama halnya kamu mendelegasikan kelompok politik atau perorangan sebagai pembuat kebijakan Negara, baik legislatif ataupun eksekutif.
Jika kalian tidak menggunakan hak pilih, kalian tidak berhak mengeluh atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan dicetuskan nantinya. Perlu diingat, bahwa selama ini pemilu selalu memenangkan suara golput. Pada pemilu anggota legislatif tahun 2009 lalu, angka golput meraih 39,1% dari jumlah daftar pemilih. Padahal, partai pemenang hanya meraih 20,85% suara. Tidak heran jika banyak kebijakan yang diambil tidak berpihak pada masyarakat.
Kini, sudah saatnya pemuda bekerja, turun tangan untuk perubahan dan kejayaan ibu pertiwi. Caranya mudah, gunakan hak pilihmu dalam pemilihan umum nanti, baik padapemilihan anggota legislatif pada 9 April 2014 atau pemilihan presiden pada 9 Juli 2014. Sebelum itu, pastikan juga namamu sudah masuk sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT), supaya kamu bisa menggunakan hak pilihmu di Pemilu 2014 nanti. Kamu bisa cek di website KPU www.kpu.go.id untuk lebih jelasnya.

Jadi, elo golput? Gue sih malu!

untuk

Pemilih Muda Indonesia

APA ITU ACFTA?
Masalah perekonomian merupakan masalah yang tiada batasnya. Indonesia merupakan salah satu dari 3 negara Asia, disamping China dan India yang tetap tumbuh positif saat Negara lain terpuruk akibat krisis finansial global. Ini merupakan suatu prestasi danoptimisme bagi masa depan perekonomian Indonesia.
Dengan kondisi ini, pemerintah mengadakan Asean-China Trade Agreement (ACFTA) guna menghadapi persaingan global. Persiapan Indonesia dalam menghadapi ACFTA merupakan salah satu bentuk kerja sama liberalisasi ekonomi yang banyak dilakuakn Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini. Awal januari 2010 muai pemberlakuan mengenai Asean China Free Trade Agreement. Ini merupakan perang mutu, harga, kuantitasakan suatu pelayanan barang dan jasa serta industri pasar global China.
Mengapa China? Seperti yang kita ketahui, harga barang produksi China relatif murah dan diminati konsumenIndonesia. Hal in itidak terlepas dari kualitas barang yang dihasilkan oleh China. Denganadanya fenomena ini, Indonesia perlu mempersiapkan tim yang diharapkan mampu memberikontribusi positif memperkuat daya saing global. Pemerintah bersama Kamar Dagang dan Industri
Perjanjian ASEAN-Cina Free Trade Area (ACFTA) menurunkan tarif pajak dari 90% untuk barang impor menjadi 0%.
PISAU TAJAM ACFTA !
Ya.. ibarat pisau. ACFTA memiliki segudang problimatika, entah itu baik ataupun buruk. Tinggal tentang bagaimana Indonesia menyikapinya.
ACFTA memiliki berbagai dampak, Dari dampak tersebut ada dampak Positif dan dampak negative. Dalam hal ini saya akan membahas dampak pertama, yaitu dampak positif:
1.        ACFTA akan membuat peluang kita untuk menarik investasi. Hasil dariinvestasi tersebut dapat diputar lagi untuk mengekspor barang-barang ke negara yangtidak menjadi peserta ACFTA.
2.        dengan adanya ACFTA dapat meningkatkan voume perdagangan. Hal ini dimotivasi dengan adanya persaingan ketat antara produsen. Sehingga produsen maupun para importir dapat meningkatkan volume perdagangan yang tidak terlepas dari kualitas sumber yang diproduksi.
3.        ACFTA akan berpengaruh positif pada proyeksi laba BUMN 2010 secara agregat. BUMN akan dapat memanfaatkan barang modal yang lebih murahdan dapat menjual produk ke Cina dengan tarif yang lebih rendah pula.
Porsi terbesar (91 persen) penerimaan pemerintah atas laba BUMN saat ini berasal dari BUMN sektor pertambangan, jasa keuangan dan perbankan dan telekomunikasi. BUMN tersebut membutuhkan impor barang modal yang cukup signifikan dan dapat menjual sebagian produknya ke pasar China.
Namun dari sisi positif ACFTA juga memiliki sejuml


ah polemik negatif yang akan mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia. Berikut dampak negatifnya:

1.     Serbuan produk asing terutama dari Cina dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 saja Indonesia telah mengalami proses deindustrialisasi (penurunan industri).
2.    Pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja
3.        Karakter perekomian dalam negeri akan semakin tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing.. Jika banyak sektor ekonomi bergantung pada impor, sedangkan sektor-sektor vital ekonomi dalam negeri juga sudah dirambah dan dikuasai asing, maka apalagi yang bisa diharapkan dari kekuatan ekonomi Indonesia?
4.   Jika di dalam negeri saja kalah bersaing, bagaimana mungkin produk-produk Indonesia memiliki kemampuan hebat bersaing di pasar ASEAN dan Cina?

5.        Peranan produksi terutama sektor industri manufaktur dan IKM dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya, ketersediaan lapangankerja semakin menurun. Padahal setiap tahun angkatan kerja baru bertambah lebih dari 2 juta orang.

             Mungkin ini sedikit tentang ACFTA, mengenai kita bisa menghadapinya atau tidak adalah kembali kepada diri kita sendiri. sejauh mana kita mempersiapkannya, sebesar apa modal ilmu kita dan yang penting, seberapa kualitas kita saai ini. mari berkarya dan tingkatkan kualitas diri dan ilmu kita. mari menjadi manusia Indonesia yang berkualitas dan berkuantitas.
      Yaa, menurutku itu benar. Bukan apa-apa sih. Kadang kita terlalu banyak bicara ini itu dan apapun sedang orang yang kita ajak bicara justru gak faham dengan apa yang kita omongkan. Nyebelin banget pastinya itu. hmm.. tapi rasanya lebih dari itu juga jika kita mau open mind.
      Oke.. balik ke topk awal. Hidup, oh hidup... capek sebenarnya bahas tentang hal ini, terlalu luas maknanya. Tapi gak apalah terlanjur nulis judul juga, hehe...
      Hidup itu kaya bahas asing, bukan retorika aja bro. Maknanya sih luas dari judul itu tadi. Dan pastinya gak sesimple pekiran kita tentang apa itu hidup seperti bahasa asing. Pertama kita bahas tentang kehidupan, ahh males deh. Gak jadi dah.. dah pada tahu semua juga apa itu hidup. Wah masa masih ada juga yang gak tahu.. kitakan  hidup, so coba aja deh dicari maknanya sendiri. Hahaaha.
      Hidup seperti bahasa asing menurut gue, lebih kepada bagaimana kita menghargai orang lain. Eitss... menghargai bukan berarti menyerupakan manusia dengan barang, bukan juga beratri traficking... sumpah parah dah itu. oke, hidup seperti bahasa asing berarti disini kita hendaklah menjadi seseorang yang mau dan senggup menghargai serta menghormati orang lain. Bukan karena hal lain ketika kita mau mengerti dan menghormati orang lain, otomatis orang lain juga bakalan menghormati kita juga.
      Bahas asing disini gue maksudkan sebagai keanekaragaaman kepribadian dan watak orang. Tak panjang-panjang lah, kita pasti pernah bersitegang dengan orang lain tentang hal-hal kecil.. yaa paling pendek dengan sahabat kita aja deh. Pasti pernah diantara kita rebutan mainan atopun bersitegana masalah pilihan-pilihan tertentu gitu.
Emang wajar sih dalam hidup ini ada yang namanya persitegangan sedikit kaya’ gitu, namanya juga orang, pasti macem-macemlah.
      Balik lagi ke topik, ketika kita udah tahu kalo orang memiliki berbagai macam karakter, pastinya kita juga menginginkan jika orang itu tetap sealiran atau sefaham dengan kita. Disisni gue ambil ponnya kawaan, hidup layaknya bahasa asing adalah ketika kita harus menyelami dan memahami berbagai karakter orang tadi, sehingga kita akan tahu dan faham bagaimana minding orang tersebut. Hal yang kita harapkan disini pastinya adalah adanya kecocokan dan satu pemikiran akan suatu hal, so dapat juga meminimalisir kegonjangganjingan dengan orang lain juga.

      Banyak sekali sih yang dapat kita ambil disini selain hal-hal diatas. Diantaranya yaa kita jangan lah jadi orang yang terlalu egoistis dan penuh ambisi untuk menjadikan orang lain harus dan harus sefaham dengan kita. Perlu adanya pembiasaan diri kita untuk bisa mengerti orang lain dan sikap rendah hati agar orang lain besikap sebaliknya kekita, so kehidupan harmonis tanpa ada perselisihan pun dapat kita nikmati bersama dengan orang lain.













Jangan menunggu bahagia, kemudian engkau tersenyum.
Tapi tersenyumlah maka engkau akan bahagia.

Jangan menunggu kaya, kemudian engkau bersedekah.
Tapi bersedekahlahmaka allah akan mengkayakanmu.

Jangan menunggu dicintai, kemudian engkau mencintai.
Tetapi mencintailah, maka engkau akan dicintai.

Jangan menunggu dimengerti, kemudian engkau baru mau mengerti.
Tetapi mengertilah, maka engkau akan dimengerti.

Jangan menunggu dimotivasi baru engkau akan bergerak.
Tapi bergeraklah, maka engkau akan termotivasi.

Adalah hidup ketika harus mengenal awal dan akhir.
Adalah hidup ketika kita harus bersahabat dengan bahagia dan sengsara.
Atas dasar hidup kita mau berusaha.
Karena bukan hidup ketika kita hanya mengenal satu diantaranya.















Terbang
Terbanglah merpatiku
Menembus mega, menyongsong fajar
Ku titip sekeping rindu kepadamu
Bisikkan bersama hembusan angin

Jika malam semakin kelam
Kudengar tembang rindu buatku
Jika usai bayangmu mengusik kalbu
Di sanalah langkah kita bertaut satu

Berjalan ke depan
Dengan langkah tedak dan dada tengadah
Tidak tertunduk meski terbentur
Tidak mengeluh walaupun terjatuh

Sampai suatu saat                                                                                                                             
Merpati kembali ke rumah
Menyampaikan asa kepadaku

Inikah kepahitan masa lalu
















Bukankah manusia hadir untuk saling mengisi ??...
Bukankah manusia ada untuk saling menyayangi ??...

Bukankah manusia diciptakan untuk saling melengkapi ??...
Bukankah manusia ada untuk menjadi cermin bagi manusia yang lain ??...

Bukankah manusia dilahirkan untuk mengasihi ??...
Bukankah manusia ada untuk membawa perubahan bagi dunia ini ??...

Manusia hadir sebagai pembawa perubahan
Menjadikan mimpi-mimpi menjadi kenyataan
Menjadikan bayangan tak hanya sebagai harapan
Tetapi mengubahnya sebagai warna dalam kehidupan

Tak ada kesempurnaan dalam hidup
Nafas kelebihan dan kekuranganlah yang harus kita hirup
Walau sesak inilah sebuah amar ma’ruf
Karena itulah kita ada untuk hidup

Melengkapi dan dilengkapi
Menyayangi dan disayangi
Memberi walau tak diminta
Memaafkan meski harus dibenci

Mengubah kesalahan menjadi pembenaran
Mengisi kekurangan dengan segenap kelebihan
Melalui segenap cinta dan perasaan
Serta melengkapinya dengan segenap ketulusan
Langganan: Komentar ( Atom )

ABOUT AUTHOR

Menulis untuk sekedar berbagi, tentang kemarin, hari ini dan (mungkin) esok. karena berbagi itu indah, berbagi itu tak ada batas

LATEST POSTS

  • Rangkuman Artikel “Body, Memory and Architecture”
    Artikel Kent C. Bloomer And Charles W Moore (1977) Dirangkum Oleh : Muhammad Nuril Ardan Place, Path, Pattern, Edge        ...
  • APA ITU ARSITEKTUR NUSANTARA ??
    Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan prosesbelajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya t...
  • GERIGI 2013, Excited CAK !!
                 Tentang sebuah pandangan ketika kita mendengar kata-kata “ospek”. Yang muncul dalam benak kita mungkin adalah semacam bent...
  • CAHAYA SURAH AL KAHFI : Surah Al Kahfi dan Pokok-Pokok Isinya
    Assalamu’alaikum sahabat muslim sekalian. Kali ini saya akan memposting tentang beberapa keutamaan dan khasiat dari surah Al Kahfi. Ya...
  • ALIRAN DAN GERAKAN DALAM ISLAM
    RESUME KULIAH TAMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Dosen Tamu     : Hasip Amrullah, M.A Topik/Tema/Materi      : ALIRAN DAN GERAKAN DALAM...
  • WISATA BLITAR part. 01
    MAKAM Ir.SOEKARNO Makam Bung Karno, merupakan Makam Presiden Pertama Indonesia yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananw...
  • FROM “BANGKIAK” UP TO “HIGH HEELS”
    BANGKIAK  IS OUR SOUL. Bakiak sebutan di Jawa Tengah untuk sejenis sandal yang telapaknya terbuat dari kayu yang ringan dengan pengikat...
  • AKU UNTUK ORGANISASIKU
    AKU UNTUK ORGANISASIKU             Organisasi, suatu kata yang sudah sering kali kita dengar dalam sehari-hari, apalagi bagi mahasi...
  • “DAN TERJADI LAGI, KISAH LAMA YANG TERULANG KEMBALI....”
    Sepotongan lirik lagu yang mungkin sudah sering kali kita dengar dan rasanya sangat pantas jika kita representasikan terhadap keadaan bangs...
  • KLS: Cintai Kota Kita
    “Bukan kehebatan yang menjadikan kita manusia seutuhnya Tapi ketika kita menjadi manusia yang seutuhnya, bermanfaat dan berguna itu lah ...

Categories

  • Arsitektur
  • Artikel
  • Blitar
  • Blitarian
  • Campus
  • Islamic Corner
  • Karya
  • Komunitas
  • Menuju Indonesia 2015
  • News
  • Pemilu 2014
  • Puisi
  • Sejarah
  • Uncategorized
  • Wisata Blitar

Blog Archive

  • ►  2017 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2014 (19)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (6)
    • ▼  Maret (12)
      • TENTANG BLITAR
      • PEMUDA, DIMANA PANCASILA SAAT INI??
      • JADWAL DAN PARPOL PESERTA PEMILU 2014
      • WALI SONGO DAN AWAL ISLAM DI JAWA
      • PETISI ANTI GOLPUT
      • ACFTA, ANTARA BERKAH ATAU MUSIBAH?
      • HIDUP ITU SEPERTI BAHASA ASING??
      • JANGAN MENUNGGU
      • SEPERTI MERPATI
      • MANUSIA..??
      • FROM “BANGKIAK” UP TO “HIGH HEELS”
      • “DAN TERJADI LAGI, KISAH LAMA YANG TERULANG KEMBAL...

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Khalifah Ali bin Abi Talib

"Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan."

My Shortcut

Pemuda biasa yang selalu tertantang untuk lebih bermanfaat. karena percuma menjadi pendiam, karena cuma aksi dan tidakan yang akan selalu dikenang.

Pengikut

Copyright 2014 DAN ARDAN.
Designed by OddThemes